Selasa, 04 Januari 2011

CONTOH UAS BAHASA INGGRIS ADVANCED ELEMTARY SCHOOL IBU NINDYA


Contoh Rancangan Pembelajaran Berbasis Metode Pembelajaran Komunikatif (Communicative Language Teaching) untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar.
Di bawah ini adalah satu set rancangan pembelajaran berbasis metode Komunikatif (Communicative Language Teaching) untuk pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar yang dapat diimplementasikan mulai pada kelas I. Namun tidak semua rancangan pelaksanaan pembelajaran akan diberikan, di sini hanya akan diberikan satu contohnya saja. Sisanya silahkan anda mengembangkan sendiri sesuai dengan kondisi dan situasi siswa sekolah dasar yang ada. 

Contoh 1. Rancangan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis

                Communicative Language Teaching untuk Sekolah Dasar.

Kelas                                       : 1

Unit 1                                       : Di Sekolah

Tema                                        : Greetings, numbers, times of day, body parts,                               
                                                  the  alphabet, months and days, seasons,         
                                                  weather.
Waktu                                      : 10 X Pertemuan

Tujuan Pembelajaran    :          

Siswa mampu:

·           Memberikan salam (Greeting people)
·           Memperkenalkan diri sendiri (Introducing self)
·           Merespon petunjuk/ perintah guru (Responding to teacher's directions)
·           Menggunakan angka (Using numbers)
·           Menjelaskan waktu (Telling time)
·           Mengidentifikasi bagian-bagian tubuh (Identifying parts of the body)
·           Menyebutkan huruf-huruf dalam alfabet (Saying the names of letters in the  alphabet)
·           Menyebutkan benda-benda yang ada di dalam kelas (Talking about classroom  objects)
·           Bertanya (Asking questions)
·           Berbicara tentang hal-hal yang ada di kalender (Talking about the calendar)
·           Menjelaskan tentang kondisi cuaca (Describing weather conditions)
·           Menjelaskan musim (Identifying the seasons)
Pelajaran:        
  •  
·           Pertemuan ke satu :  Greetings
·           Pertemuan ke dua  : Greetings and dialogues
·           Pertemuan ke tiga  : Using numbers
·           Pertemuan ke empat          :  Times of day
·           Pertemuan ke lima : Parts of the body
·           Pertemuan ke enam           : The alphabet
·           Pertemuan ke tujuh            : Months of the year
·           Pertemuan ke delapan : Days of the week
·           Pertemuan ke sembilan : Weather and seasons
·           Pertemuan ke sepuluh  : Review

Pertemuan ke dua         : Greetings and dialogues

Tujuan Pembelajaran:

1.    Siswa dapat mengucapkan salam dengan orang yang berbeda-beda dan dari berbagai status sosial/ umur.
2.    Siswa dapat menampilkan sebuah dialog tentang “greeting”.
3.    Siswa mampu merespon instruksi guru dengan tepat.

Langkah-langkah Pembelajaran :

1.             Siswa diperlihatkan tayangan video sebuah dialog dengan tema “greeting” berdurasi kurang lebih dua menit. Dialog tentang “greeting” ini bisa diambil dari tayangan televisi yang direkam atau dari sumber lain.
2.             Suara video dikecilkan sehingga para siswa dapat melihat gambar video tetapi tidak dapat mendengarkan suaranya.
3.             Siswa diperlihatkan tayangan tersebut beberapa kali.
4.             Siswa berdiskusi dengan partner mereka tentang tayangan video tersebut dan apa kira-kira dialog yang ada dalam tayangan tersebut.
5.             Selanjutnya beberapa dialog dalam bahasa target (Target language/ TL) yang telah dituliskan pada papan tulis sebelumnya (dan pada saat penayangan video dialog ini ditutup), diperlihatkan pada para siswa:
A

B

C

Orang tua
Anak muda
Dua anak muda yang berusia sebaya
Good afternoon young man
Good afternoon,Madame
Hi! Good afternoon,
What is your name?
My name is ..... and may I know your name Madame?
What’s your name?
My name ......
Very please to meet you, Mrs......
Hi! My name is .... and you?
Nice to meet you too.

Nice to meet you


Mee too
6.             Para siswa selanjutnya mendengarkan guru membacakan dengan suara keras dialog yang pertama.
7.             Kemudian, guru mengulangi membacakan dialog yang pertama dan meminta salah satu siswa yang bersedia untuk menyebutkan nama pertama yang hilang, dan meminta siwa untuk memberikan sebuah nama. Para siswa dimotivasi agar lebih kreatif. Lebih kreatif nama yang diberikan, akan lebih mudah bagi para siswa untuk mengingat dialognya.  Contoh nama-nama yang mudah menarik perhatian para siswa adalah “Superman”, nama-nama para artis, aktor, karakter kartun seperti “Krisna”, nama-nama para tokoh dunia dan nama-nama para pesohor lainnya.
8.             Selanjutnya, para siswa dibacakan  dua paragraf yang lainnya dan diminta untuk menciptakan nama-nama yang lain dari bagian-bagian yang hilang. Dengan cara seperti ini diharapkan siswa dapat menikmati pelajaran dan merasa bahwa mereka adalah ambil bagian dalam menciptakan pelajaran mereka sendiri, suatu langkah penguasaan yang sesungguhnya.
9.             Setelah itu, dengan menggunakan boneka tangan atau dengan dua foto ukuran besar yang dipegang tinggi sehingga bisa dilihat oleh seluruh siswa di kelas, guru memodelkan kata-kata berikut:
·       How are you today?
·       Very well, thank you.
·       I'm well, too.
·       What's happening? How is it going?
·       See you later.
10.  Para siswa selanjutnya diminta untuk menambahkan kata-kata baru pada tiga dialog yang ada di papan tulis, dan menuliskannya di papan.
11.  Siswa dengan bimbingan guru mengucapkan dan mengekspresikan kata-kata di bawah ini dengan pengucapan dan mimik yang tepat:
* Please
* Attention, please
* Repeat, please
* Take a sheet of paper, please
* Write, please
* Get up, please
Catatan:
Dalam melaksanakan pembelajaran guru dapat memberikan latihan-latihan untuk lebih mengasah ketrampilan berbahasa Inggris para siswa.



a.             Latihan Tertuntun (Guided Practice) (10 menit)
Prosedur :
1.             Siswa diminta untuk mengkopi  dialog-dialog yang telah ditulis di papan ke dalam buku tulis mereka.
2.             Ketika para siswa telah selesai menulis, guru membacakan dialog dengan nyaring dan meminta siswa untuk menandai bagian yang mana dari kategori di bawah ini yang ada dalam dialog dan menuliskan jawaban mereka.
·       Jumlah orang yang terlibat dalam dialog tersebut.
·       Orang-orang dalam dialog telah saling kenal satu sama lain.
·       Nama belakang masing-masing orang dalam dialog.
·       Orang-orang yang terlibat dalam dialog tersebut.
·       Di mana dialog terjadi.
·       Kapan dialog dilakukan.
3.             Kemudian para siswa membandingkan jawaban yang telah mereka buat dengan jawaban temannya yang duduk di sebelahnya.
4.             Setelah itu guru meminta para siswa untuk berdiri dari bangkunya.
5.             Guru kemudian memodelkan dialog tersebut dengan satu orang siswa.
6.             Selanjutnya guru meminta para siswa (bisa dengan suara atau bahasa tubuh (body language) untuk berdiri dan membacakan dialog bagian pertama dari dialog dengan paling tidak dengan dua patner yang berbeda.
7.             Kemudian guru meminta para siswa untuk mempraktekkan dialog dengan patner ke 3 dan ke 4 dan mempraktekkan dialog yang kedua.
8.             Dan yang terakhir, para siswa mempraktekkan dialog yang ketiga dengan patner yang ke 5 dan ke 6.

b.             Latihan Mandiri (Independence Practice) (10 Menit)
Prosedur :
1.             Siswa diperlihatkan kata-kata di bawah ini yang sebelumnya telah ditulis pada papan tulis:
·  Your brother
·  Your teacher
·  Your best friend
·  Your friend's mother
·  Your cat
·  Your principal
·  A new acquaintance who is about your age
2.             Para siswa dipersilahkan untuk memilih dua dari kata-kata di atas dan memasukkannya ke dalam sebuah dialog yang mereka tuliskan. Untuk aktifitas ini mereka diberikan waktu 10 menit.
3.             Guru menyetel alarm dan memberikan peringatan kepada para siwa tentang sisa waktu yang mereka punyai, contohnya "You have five minutes left..., 3 min..., 1 min..., 30 secs"
4.             Para siwa berpasangan dengan teman mereka yang duduk berdekatan dan membacakan dialog yang telah mereka buat secara berpasangan dan dengan suara keras.
Penutup
Mintalah beberapa siwa untuk membacakan dilaog mereka secara sukarela dengan suara keras. Guru memotivasi dengan meminta siswa lain yang ada di kelas dengan memberikan applaus, semangat dan lain lain. Guru memberikan komplemen kepada pertama para sukarelawan dan kemudian seluruh kelas atas hasil kerja mereka pada hari itu.
Contoh 2. Rancangan Aktifitas Penyerta Pembelajaran Berbasis Metode
                 Communicative Language Teaching untuk Pembelajaran
                 Bahasa Inggris di Sekolah Dasar.
Seperti yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu, ada banyak kegiatan penyerta yang dapat dilakukan dengan pembelajaran Bahasa Inggris dengan Metode Communicative Language Teaching di kelas-kelas sekolah dasar. Berikut ini adalah contoh beberapa permainan/ aktifitas yang dapat dilakukan[1]:
1.                  Berdiri Berurutan (Line Up)
Aktifitas pembelajaran dengan metode Communicative  Language Teaching ini sangat bagus sebagai pemecah kebekuan (ice-breaker), mengatur penempatan (Setting the Stage) atau latihan tertuntun (Guided Practice) terutama jika para siswa sudah mempunyai kosakata (vocabulary) yang cukup untuk menjalankan aktifitas ini.  Di kelas-kelas di sekolah dasar kita, aktifitas ini dapat dijalankan dimulai pada kelas tiga, tetapi tidak menutup kemungkinan aktifitas ini dilakukan di kelas-kelas yang lebih rendah, apalagi jika para siswa tersebut mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang dirasa cukup dan sesuai dengan kemampuan berbahasa Inggris yang diperlukan untuk melakukan aktifitas ini. 
Prosedur:
a.              Para siswa berdiri dari kursi mereka dan berdiri membentuk sebuah garis yang urutannya seperti yang diinstruksikan guru. Guru mengindikasikan di mana garis dimulai. Contoh urutan bisa berdasarkan:
·      Mengatur siswa berdasarkan urutan umur, dimulai dengan siswa yang paling muda dan yang terakhir adalah siswa yang paling tua (urutan dimulai dari tahun, bulan, dan tanggal).
·      Berdiri berurutan dalam urutan abjad sesuai nama depan.
·      Berdiri berurutan menurut bulan siswa berulang tahun (mulai dengan siswa yang berulang tahun di bulan Januari dan berakhir dengan siswa yang berulang tahun di bulan Desember).
·      Berdiri berurutan berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah (yang terjauh lebih dahalu).
·      Berdiri berurutan berdasarkan jumlah anggota keluarga dalam keluarga (yang jumlah anggota keluarganya yang paling banyak terlebih dahulu)
b.             Dalam menjalankan aktifitas ini guru berkeliling dan membantu siswa. Ketika para siswa telah selesai berdiri berurutan, setiap siswa memberikan informasi sesuai apa yang diminta urutan kepada seluruh kelas misalnya jika urutan berdasarkan tanggal ulangtahun maka siswa akan melaporkan “My birthday is March 16th.” Atau jika urutan berdasarkan pada abjad sesuai nama depan maka  siswa akan melaporkan “My name is Akhmed, that’s start with the word A

2.        Empat Sudut (Four Corners)
Prosedur:
a.              Untuk mengaplikasikan aktifitas ini di kelas di sekolah dasar, pertama-tama guru harus menempelkan empat petunjuk (signs). Ukuran “signs” bisa sebesar kertas ukuran A 4 ataupun sebesar setengah lembar karton dan ditempelkan di keempat sudut ruangan kelas. Kategori “signs” tersebut bisa berupa:
·      Musim favorit (musim hujan, musim kemarau)
·      4 jenis profesi yang diinginkan siswa (misalnya: dokter, guru, pilot, artis dll)
·      4  jenis film yang disukai siswa (misalnya: komedi, kartun, drama, fiksi ilmiah dll)
·      4 jenis musik yang disukai siswa (misalnya: jazz, dangdut, hiphop, pop dll)
·      4 hobi (misalnya: membaca, bermain musik, olahraga, menyayi dll)
·      4  olahraga (misalnya: bulutangkis, sepakbola, catur, bola basket dll)
b.             Selanjutnya siswa diminta untuk berjalan menuju sudut kelas yang “sign” nya  paling mencerminkan karakter mereka.  Kemudian siswa diminta untuk mengungkapkan alasan pemilihan mereka atau siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang mengarahkan mereka untuk memberikan opini seperti:
· Do you know anyone who is in this profession? 
     (Apakah kamu tahu orang dengan profesi seperti ini?)
· What do you like/ dislike about this profession?
    (Apa yang kamu sukai/ tidak kamu sukai terntang profesi ini? )
· What is your favorite movie and why? 
    (Apa film yang paling kamu suka dan mengapa?)
c.              Setiap kelompok membuat kesimpulan dari hasil temuan atau diskusi mereka. Para siswa dalam setiap kelompok menunjuk seorang juru bicara yang akan melaporkan kesimpulan dari diskusi mereka di muka kelas.  Dan setelah selesai, para siswa kembali ke bangku mereka dan menulis kesimpulan dari apa yang telah ditemukan kelompok mereka.
Berikut contoh “signs” dengan kategori profesi/ pekerjaan yang bisa dipergunakan guru pada aktitas ini.
Sign 1
a nurse
A nurse




Sign 2
a police officer
A police officer

Sign 3
a doctor
A doctor



Sign 4
a teacher
A teacher

A.               Latihan dan Tugas
Setelah anda mempelajari teori, sekarang saatnya anda mempraktekkan ketrampilan merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode Communicative Language Teaching. Di bawah ini adalah beberapa latihan/ tugas yang dapat anda gunakan untuk melatih ketrampilan anda.
LATIHAN
Jelaskan secara ringkas apa yang dimaksud dengan metode Communicative Language Teaching dan bagaimana mengimplementasikannya untuk pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah Dasar.

TUGAS I
Petunjuk:
Buatlah satu rancangan pembelajaran Bahasa Inggris dengan memakai metode Communicative Language Teaching (CLT) untuk sekolah dasar untuk satu kali pertemuan. Sesuaikan rancangan pembelajaran saudara dengan tema/ topik yang ada pada kurikulum Bahasa Inggris di sekolah dasar.

TUGAS II
Petunjuk:
Buatlah beberapa rancangan aktifitas pembelajaran berbasis metode Communicative Language Teaching (CLT), yang sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah saudara buat untuk tugas 1.
A.            Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Metode Whole Language di Sekolah Dasar
Seperti yang telah dijelaskan di atas, metode whole language mempunyai banyak keunggulan karena memadukan semua ketrampilan Berbahasa Inggris dalam satu kegiatan pembelajaran (integrated English language skills). Hal ini menyebabkan metode ini cocok diterapkan pada pembelajaran Bahasa inggris di sekolah dasar, karena di masa inilah anak mengalami “golden age” dalam pembelajaran bahasa.  Di bawah ini diberikan contoh bagaimana mengemas suatu pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode  whole language.
Contoh Rancangan Pembelajaran Berbasis Metode Whole Language. 
Integrated Reading Vocabulary, Creative Writing, Speaking
and Listening Exercise[2]
Kelas: Empat
Tujuan Pembelajaran:
Meningkatkan kemampuan siswa untuk membaca, menulis, menyimak, berbicara, dan perbendaharaan kosakata bahasa Inggris.
Media/ Alat dan Sumber Pembelajaran:
·                Buku teks
·                Kamus
·                Plastik transparan
·                OHP/ LCD Projector/ Komputer
·                Kertas
·                Spidol OHP.
Langkah-langkah pembelajaran:
1.             Instruksikan kepada para siswa di kelas untuk menuliskan nama, tanggal dan kelas pada selembar kertas dan perintahkan mereka untuk siap untuk mendengarkan instruksi guru selanjutnya.
2.             Tulislah sebuah kata pada selembar plastik transparan (untuk ditampilkan dengan overhead projector, atau tulislah pada komputer jika menggunakan LCD projector atau untuk alternatif lain: untuk tingkat yang lebih tinggi atau siswa dengan kemampuan yang lebih tinggi, guru dapat menuliskan sebuah kata secara abstrak di udara). Selanjutnya ucapkan kata tersebut dengan keras sehingga dapat didengar oleh seluruh siswa. Kemudian mintalah para siswa mengucapkan kembali kata tersebut. Tunjuk setiap huruf dalam kata tersebut ketika para siswa mengucapkan kata tersebut. Setelah itu perintahkan para siwa untuk menuliskan kata tersebut dalam kertas mereka.
3.             Bacakan sebuah cerita yang mengandung huruf yang tadi dituliskan. Sebelumnya ingatkan para siswa untuk mendengarkan cerita tersebut dengan cermat dan memperhatikan kata yang dimaksud guru yang terdapat dalam cerita yang dibacakan.
4.             Para siswa menuliskan apa arti kata bahkan jika mereka tidak yakin akan arti kata yang mereka tuliskan.
5.             Instruksikan 6 atau 8 orang siswa untuk membacakan arti dari kata yang mereka tuliskan dan berikan komentar seperti “good”, “excellent” dan lain lain.
6.             Setelah itu berikan arti dari kata yang dimaksud dengan menyebutkan sumbernya, misalnya dari Oxford Dictionary, dan mintalah mereka menuliskan arti yang benar.
7.             Sebagai peer di rumah setiap murid diberikan satu kata lain yang terdapat pada bahan bacaan, kemudian mereka diminta untuk mencari arti dari kata-kata tersebut.
8.             Selanjutnya para siswa diminta untuk menulis/ mengarang cerita sederhana/ cerita pendek dengan panjang halaman minimum setengah halaman yang memakai kata-kata yang tadi telah diketahui artinya tersebut.
9.             Terakhir para siswa membacakan cerita yang telah mereka buat pada pertemuan berikutnya.








Contoh Bahan Bacaan
Ashley and White Horse[3]

One day Ashley was out in heryard. She was watering her flowers. There was a clop, clop behind her. She looked and there stood a white horse with wings.

“Hello,” said the white horse with wings. “I am White Horse.”
“Hello,” said Ashley. “I am Ashley. What can Ido for you?” Ashley tried to be brave but was alittle scared of the big talking horse.
                                                                    
 “We are looking for a girl to help us. We need you to ride our young horses. They need to feel what it is like to have a person on their back,” said White Horse.
“Have you had a girl ride your young horses before?” asked Ashley.
“Yes, we have, but she has grown up now. So we need a new girl,” said White Horse.
“I could maybe help you. I love to ride horses. Only, I have never ridden a horse with wings,” said Ashley.
“I will let you feel what it is like,” said White Horse. “Hop up on my back.”
Ashley hopped up on White Horse’s back. He flapped his two huge wings, and they were off. Up, up, up into the sky they flew.
“This is grand,” said Ashley. “You fly so well. I feel like I am floating across the sky.”
“Yes, this is how the young horses should learn to fly with a person on their back,” said White Horse. “Now let me take you back home.”
White Horse landed back in Ashley’s yard. Ashley jumped off the flying horse.
“Yes, I can help you teach your young horses,”said Ashley. “Do we go now?”
“It is good that you will help us. Thank you,Ashley,” said White Horse. “The young horses only fly at night in the moonlight. I will come and get you when you are dreaming. I must go now.” White Horse flapped his huge wings and went up into the sky. Ashley opened her eyes. She was lying in the shade of a big tree in her yard.
“I must have been dreaming,” said Ashley. “White Horse seemed so real.”
She went into her home. That very night when she was asleep, White Horse came into her room and got her. They flew to the land of flying horses. Ashley rode five young horses that night. At first the young horses did not fly well with Ashley on their back. But after a little while, they learned how to fly well with Ashley. White Horse took Ashley back to her room, and Ashley went back to sleep.
Now, two or three nights each week, White Horse comes and gets Ashley to help him teach the young horses. Ashley loves helping the young horses learn how to fly with a person on their back. She is having a fun summer.

B.               Latihan dan Tugas
Setelah anda mempelajari teori, sekarang saatnya anda mempraktekkan ketrampilan merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode Whole Language. Di bawah ini adalah beberapa latihan / tugas yang dapat anda gunakan untuk melatih ketrampilan anda.



LATIHAN
Petunjuk:
Jelaskan secara ringkas apa yang dimaksud dengan metode Whole Language dan bagaimana implementasinya untuk pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah Dasar.

TUGAS I
Petunjuk:
Buatlah satu rancangan pembelajaran Bahasa Inggris dengan memakai metode Whole Language untuk sekolah dasar untuk satu kali pertemuan. Sesuaikan rancangan pembelajaran saudara dengan tema/ topik yang ada pada kurikulum Bahasa Inggris di sekolah dasar.
TUGAS II
Petunjuk:
Buatlah beberapa rancangan aktifitas pembelajaran berbasis metode Whole Language, yang sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah saudara buat untuk tugas 1.








[1] Martin, Flo.  2008. Tersedia di: http://www.eslhq.com/rrp/. (online). Diakses pada 22 April 2010

[2] Paganelli, June. Tersedia di http://www.col-ed.org/cur/lang/lang19.txt. (online). Diakses pada tanggal 1 Oktober 2010.
[3] Ness,Clark. Tersedia di http://www.clarkness.com/Reading%20files White%20Horse.pdf . (online). Diakses pada tanggal 1 Oktober 2010

1 komentar:

  1. admin : maaf kalau tidak bisa mengirim email satu persatu kepada kalian...

    BalasHapus